Deviance
Perilaku
yang melanggar standar tingkah laku atau harapan sebuah kelompok atau
masyarakat. Melibatkan pelanggaran norma kelompok yang mungkin atau tidak
mungkin diformalisasikan kedalam hukum.
Deviance and Social Stigma
Stigma
adalah Label masyarakat yang digunakan untuk mengevaluasi anggota kelompok
sosial tertentu (Goffman).
Deviance and Technology
Inovasi
teknologi dapat mendefinisikan kembali interaksi sosial dan standar perilaku
yang berhubungan dengan mereka.
Social Control
Teknik
dan strategi yang digunakan untuk mencegah perilaku manusia yang menyimpang
dalam masyarakat. Kontrol sosial dapat dilakukan oleh orangtua, teman
sebaya/bermain, sekolah, perusahaan, dan pemerintah.
Sanctions
Penghargaan
dan hukuman untuk perilaku yang menyangkut norma sosial.
· Fungsionalis : Orang-orang harus menghormati
norma sosial jika kelompok atau masyarakat manapun adalah untuk bertahan hidup.
· Conflict theorists : Suksesnya fungsi pada
masyarakat secara konsisten bermanfaat bagi kelemahan kelompok lain.
Conformity
Pergi bersama teman sebaya yang tidak memiliki
hak khusus untuk mengarahkan perilaku.
Obedience
Kepatuhan
dengan otoritas yang lebih tinggi dalm sebuah stuktur hierarki.
The
Mailgram Experiment
eksperimenter
menginstruktur orang untuk mengatur meningkatkan kejutan listrik yang
menyakitkan pada subjek.
Informal and Formal Social
Control
Informal
social control : Digunakan untuk menegakkan norma-norma.
Formal
social control : Dilakukan oleh agen resmi. (Kontrol sosial
informal benar-benar dapat melemahkan kontrol sosial formal)
LAW
AND SOCIETY
Law : lembaga kontrol sosial.
Tatanan hukum mencerminkan nilai-nilai mereka pada posisi untuk melaksanakn
kewenangan.
Control Theory : Hubungan kita pada
anggota masyarakat memimpin kita untuk secara sistematis menyesuaikan diri
dengan norma masyarakat.
FUNCTIONALIST PERSPECTIVE
Robert
K. Merton telah mengemukakan Teori Merton yang menjelaskan bahwa
perilaku penyimpangan itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu.
Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi, empat diantaranya merupakan
perilaku menyimpang,yaitu:
1).Komformitas
Ini merupakan perilaku yang mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut (cara konvensional dan melembaga).
Ini merupakan perilaku yang mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut (cara konvensional dan melembaga).
2).Inovasi
Inovasi merupakan perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat, tetapi memakai cara yang dilarang oleh masayarakat (termasuk tindak krimina*l).
Inovasi merupakan perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat, tetapi memakai cara yang dilarang oleh masayarakat (termasuk tindak krimina*l).
3).Ritualisme
Ritualisme adalah perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya. Namun masih tetap berpegangan pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat, dalam arti ritual atau upacara dan perayaan masih diselenggarakan tapi maknanya telah hilang.
Ritualisme adalah perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya. Namun masih tetap berpegangan pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat, dalam arti ritual atau upacara dan perayaan masih diselenggarakan tapi maknanya telah hilang.
4). Pengunduran atau Pengasingan diri
Meninggalkan, baik tujuan konvensional maupun cara pencapaiannya yang konvensional, sebagaimana yang dilakukan oleh pecandu obat bius, pemabuk, gelandangan maupun orang-oranggagal lainnya.
Meninggalkan, baik tujuan konvensional maupun cara pencapaiannya yang konvensional, sebagaimana yang dilakukan oleh pecandu obat bius, pemabuk, gelandangan maupun orang-oranggagal lainnya.
5).Pemberontakan
Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai dengan upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru, misalnya para reformator agama.
Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai dengan upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru, misalnya para reformator agama.
Interactionist Perspective
Cultural
Transmission Theory
· Cultural
transmission : Manusia belajar bagaimana berperilaku dalam
situasi sosial, baik yang baik atau buruk.
· Differential
association : Sebuah proses dimana paparan sikap yang baik
untuk tindak pidana yang mengarah ke pelanggaran aturan.
· Social
disorganization theory : Peningkatan dalam kejahatan dan
penyimpangan dikatikan dengan ketiadaan atau kerusakan hubungan komunal
lembaga-lembaga sosial.
· Labeling
theory : Upaya untuk menjelaskan beberapa orang dipandang sebagai
deviants sementara yang lainnya tidak, theory ini juga dikenal sebagai
pendekatan sosial-reaksi.
Crime
Pelanggaran
hukum pidana dimana beberapa pemerintahan yang otoritas menerapkan hukuman
secara resmi. Crime Index : Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penyerangan,
penggarongan, pencurian, pencurian kendaraan bermotor, pembakaran.
Types of Crimes
· Victimless Crime :
Pertukaran yang secara sukarela dilakukan oleh orang dewasa yang secara luas
diinginkan tetapi illegal, berkaitan dengan barang dan jasa.
· Professional Crime : Orang
yang mengejar kejahatan sebagai pekerjaan sehari-hari
· Organized Crime : Kelompok
yang mengatur hubungan antara berbagai perusahaan kriminal yang terlibat dalam
aktivitas illegal.
· White Collar Crime :
Tindakan illegal yang dilakukan dalam rangka aktivitas bisnis. White Collar
Crime ada 2, yaitu :
Computer Crime : Penggunaan teknologi
canggih untuk melakukan penggelapan atau penipuan eletronik.
Corporate Crime : Setiap tindakan oleh sebuah
korporasi yang dihukum oleh pemerintah.
· Hate Crime : Pelaku
termotivasi untuk memilih korban berdasarkan ras, etnis, agama, atau beberapa
karakteristik pribadi, dan kebencian mendorong pelaku untuk melakukan
kejahatan.
· Transnational Crime : kejahatan
yang terjadi di beberapa perbatasan nasional
GLOBAL INEQUALITY
The Legacy of Colonialism
-
Colonialism
: Kekuatan negara asing dalam mempertahankan dominasi politik, sosial, ekonomi,
dan budaya untuk beberapa waktu.
-
Neocolonialism
: ketergantungan lanjutan pada negara-negara yang lebih maju untuk manajerial
dan keahlian teknis oleh mantan koloni.
-
Globalization
: Integrasi di seluruh dunia terhadap kebijakan pemerintah, budaya, gerakan
sosial, dan pasar keuangan melalui perdagangan dan pertukaran ide.
Multinational Corporations
Organisasi komersil
yang berkantor pusat di suatu negara, tetapi melakukan bisnis di seluruh dunia.
Modernization
Proses dimana negara
peripheral bergerak dari institusi traditional ke beberapa karakteristik
masyarakat yang lebih maju.
Modernization Theory
Fungsionalis
memandang bahwa modernisasi dan perkembangan akan secara bertahap meningkatkan
kehidupan orang-orang dalam mengembangkan negara.
Social Mobility
Pola mobilitas
intergenerational pada negara industri :
§ Kesamaan dalam cara posisi orangtua dalam system
stratifikasi ditularkan kepada anak-anaknya.
§ Kesempatan mobilitas dipengaruhi oleh faktor
structural.
§ Imigrasi signifikan faktor dalam membentuk
level masyarakat pada mobilitas intergenerasi.
Case
Study: Stratification in Mexico
Refleksi :
Bagaimana bentuk penyimpangan, apabila sudah melanggar hukum tetap saja suatu penyimpangan yang patut di berikan sanksi. Begitupun kontrol sosial atau penayalahagunaan apapun yang memang tidak sesuai aturan.
Daftar Pustaka :
Junaidi,
Wawan. (2012). Seputar Pendidikan,
Pembelajaran dan Hiburan. Diambil tanggal 13 Juni, dari
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/teori-merton.html
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/teori-merton.html
Slide
Binus Maya. (2014). Human Social Problems : Deviance, Crime, Social
Control,and Global Inequality. Jakarta : Bina Nusantara University
Artikel anda menambah wawasan saya.Human Social Problem pernah saya dapatkan di bangku SMA,tetapi artikel anda membahasnya lebih spesifik dan lebih terperinci itu alasan saya untuk menyukai artikel saudai
BalasHapus