Jumat, 13 Juni 2014

Human Social Problems : Deviance, Crime, Social Control,and Global Inequalit



Deviance

Perilaku yang melanggar standar tingkah laku atau harapan sebuah kelompok atau masyarakat. Melibatkan pelanggaran norma kelompok yang mungkin atau tidak mungkin diformalisasikan kedalam hukum.

Deviance and Social Stigma
Stigma adalah Label masyarakat yang digunakan untuk mengevaluasi anggota kelompok sosial tertentu (Goffman).

Deviance and Technology
Inovasi teknologi dapat mendefinisikan kembali interaksi sosial dan standar perilaku yang berhubungan dengan mereka.

Social Control
Teknik dan strategi yang digunakan untuk mencegah perilaku manusia yang menyimpang dalam masyarakat. Kontrol sosial dapat dilakukan oleh orangtua, teman sebaya/bermain, sekolah, perusahaan, dan pemerintah.

Sanctions
Penghargaan dan hukuman untuk perilaku yang menyangkut norma sosial.

·       Fungsionalis : Orang-orang harus menghormati norma sosial jika kelompok atau masyarakat manapun adalah untuk bertahan hidup.
·       Conflict theorists : Suksesnya fungsi pada masyarakat secara konsisten bermanfaat bagi kelemahan kelompok lain.

Conformity
 Pergi bersama teman sebaya yang tidak memiliki hak khusus untuk mengarahkan perilaku.
Obedience
Kepatuhan dengan otoritas yang lebih tinggi dalm sebuah stuktur hierarki.
The Mailgram Experiment
eksperimenter menginstruktur orang untuk mengatur meningkatkan kejutan listrik yang menyakitkan pada subjek.

Informal and Formal Social Control
  Informal social control  :   Digunakan untuk menegakkan norma-norma.
Formal social control  :    Dilakukan oleh agen resmi. (Kontrol sosial informal benar-benar dapat melemahkan kontrol sosial formal)

LAW AND SOCIETY
Law : lembaga kontrol sosial. Tatanan hukum mencerminkan nilai-nilai mereka pada posisi untuk melaksanakn kewenangan.
Control Theory : Hubungan kita pada anggota masyarakat memimpin kita untuk secara sistematis menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.

FUNCTIONALIST PERSPECTIVE

Robert K. Merton telah mengemukakan Teori Merton yang menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi, empat diantaranya merupakan perilaku menyimpang,yaitu:
 
1).Komformitas
Ini merupakan perilaku yang mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut (cara konvensional dan melembaga).
 
2).Inovasi
Inovasi merupakan perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat, tetapi memakai cara yang dilarang oleh masayarakat (termasuk tindak krimina*l).
 
3).Ritualisme
Ritualisme adalah perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya. Namun masih tetap berpegangan pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat, dalam arti ritual atau upacara dan perayaan masih diselenggarakan tapi maknanya telah hilang.
 
4). Pengunduran atau Pengasingan diri
 Meninggalkan, baik tujuan konvensional maupun cara pencapaiannya yang konvensional, sebagaimana yang dilakukan oleh pecandu obat bius, pemabuk,  gelandangan maupun orang-oranggagal lainnya.
5).Pemberontakan
Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai dengan upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru, misalnya para reformator agama.

Interactionist Perspective
Cultural Transmission Theory
·       Cultural transmission : Manusia belajar bagaimana berperilaku dalam situasi sosial, baik yang baik atau buruk.
·       Differential association : Sebuah proses dimana paparan sikap yang baik untuk tindak pidana yang mengarah ke pelanggaran aturan.
·       Social disorganization theory : Peningkatan dalam kejahatan dan penyimpangan dikatikan dengan ketiadaan atau kerusakan hubungan komunal lembaga-lembaga sosial.
·       Labeling theory : Upaya untuk menjelaskan beberapa orang dipandang sebagai deviants sementara yang lainnya tidak, theory ini juga dikenal sebagai pendekatan sosial-reaksi.

Crime
     Pelanggaran hukum pidana dimana beberapa pemerintahan yang otoritas menerapkan hukuman secara resmi. Crime Index : Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penyerangan, penggarongan, pencurian, pencurian kendaraan bermotor, pembakaran.


Types of Crimes
·       Victimless Crime : Pertukaran yang secara sukarela dilakukan oleh orang dewasa yang secara luas diinginkan tetapi illegal, berkaitan dengan barang dan jasa.
·       Professional Crime : Orang yang mengejar kejahatan sebagai pekerjaan sehari-hari
·       Organized Crime : Kelompok yang mengatur hubungan antara berbagai perusahaan kriminal yang terlibat dalam aktivitas illegal.
·       White Collar Crime : Tindakan illegal yang dilakukan dalam rangka aktivitas bisnis. White Collar Crime ada 2, yaitu :
   Computer Crime : Penggunaan teknologi canggih untuk melakukan penggelapan atau penipuan eletronik.
   Corporate Crime : Setiap tindakan oleh sebuah korporasi yang dihukum oleh pemerintah.
·       Hate Crime : Pelaku termotivasi untuk memilih korban berdasarkan ras, etnis, agama, atau beberapa karakteristik pribadi, dan kebencian mendorong pelaku untuk melakukan kejahatan.
·       Transnational Crime : kejahatan yang terjadi di beberapa perbatasan nasional

GLOBAL INEQUALITY

The Legacy of Colonialism

-         Colonialism : Kekuatan negara asing dalam mempertahankan dominasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya untuk beberapa waktu.
-         Neocolonialism : ketergantungan lanjutan pada negara-negara yang lebih maju untuk manajerial dan keahlian teknis oleh mantan koloni.
-         Globalization : Integrasi di seluruh dunia terhadap kebijakan pemerintah, budaya, gerakan sosial, dan pasar keuangan melalui perdagangan dan pertukaran ide.

Multinational Corporations

Organisasi komersil yang berkantor pusat di suatu negara, tetapi melakukan bisnis di seluruh dunia.

Modernization

Proses dimana negara peripheral bergerak dari institusi traditional ke beberapa karakteristik masyarakat yang lebih maju.
Modernization Theory
Fungsionalis memandang bahwa modernisasi dan perkembangan akan secara bertahap meningkatkan kehidupan orang-orang dalam mengembangkan negara.

Social Mobility

Pola mobilitas intergenerational pada negara industri :


§  Kesamaan dalam cara posisi orangtua dalam system stratifikasi ditularkan kepada anak-anaknya.
§  Kesempatan mobilitas dipengaruhi oleh faktor structural.
§  Imigrasi signifikan faktor dalam membentuk level masyarakat pada mobilitas intergenerasi.


Case Study: Stratification in Mexico

 

Refleksi : 

 Bagaimana bentuk penyimpangan, apabila sudah melanggar hukum tetap saja suatu penyimpangan yang patut di berikan sanksi. Begitupun kontrol sosial atau penayalahagunaan apapun yang memang tidak sesuai aturan.


Daftar Pustaka :



Junaidi, Wawan. (2012).  Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Hiburan.  Diambil tanggal 13 Juni, dari
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/teori-merton.html


Slide Binus Maya. (2014). Human Social Problems : Deviance, Crime, Social Control,and Global Inequality. Jakarta : Bina Nusantara University

 

Sumber Gambar : 

 Slide Binus Maya 

1 komentar:

  1. Artikel anda menambah wawasan saya.Human Social Problem pernah saya dapatkan di bangku SMA,tetapi artikel anda membahasnya lebih spesifik dan lebih terperinci itu alasan saya untuk menyukai artikel saudai

    BalasHapus