Pertanyaan yang selalu muncul ketika bertemu
orang-orang baru adalah pertanyaan “orang darimana?” Jawaban yang menunjuk pada
wilayah geografis, namun juga seringkali tidak memuaskan. Dalam masyarakat Indonesia,
jawaban yang diharapkan tidak jauh dari asal etnik. Jadi, pertanyaan “anda
orang darimana?” sering sama berarti dengan “etnik anda apa?”
Ya, "etnis" jika dilihat dari namanya yang langsung ada dibenakan kita pasti ialah suatu “suku
bangsa” namun tidak hanya mencakup hal itu saja tetapi etnis disini lebih
mengarah juga kepada penggolongan manusia berdasarkan kepercayaan, nilai,
kebiasaan, adat istiadat, norma bahasa, sejarah, geografis dan hubungan
kekerabatan (Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang No. 40 tahun 2008). Terkadang etnis juga
disangkut pautkan pada ras tapi tetap saja berbeda dengan pengertian ras.
Seperti yang diungkap oleh Coakley (2001:243) “...it refers to the cultural
heritage of particular group of people”. Jadi, etnis mengacu pada warisan budaya dari
kelompok orang tertentu. Maguire, et al (2002: 140) menjelaskan juga bahwa “the
term ethnic become a precise word to use regarding people of varying origins”. Jadi, istilah etnis menjadi sebuah kata yang
tepat untuk memandang orang dari berbagai asal-usul. Lebih lanjut diungkapkan
pula bahwa etnis mungkin dipertimbangkan dalam istilah kelompok apapun yang
didefinisikan atau disusun oleh asal-usul budaya, agama, nasional atau beberapa
kombinasi dari kategori-kategori tersebut (Maguire, et al, 2002:134).
Pengertian-pengertian etnis membentuk pengertian kelompok etnis. Kelompok etnis
merupakan sebuah kategori orang yang berbeda secara sosial karena mereka
membagi sebuah jalan kehidupan dan komitmen pada segala sesuatu cita-cita,
norma-norma, dan meteril yang terdapat pada jalan kehidupan itu (Coakley,
2001:143). Greely dan McCready dalam Maguire, et al (2002:135) berpendapat
bahwa kelompok etnis adalah sebuah kolektivitas yang didasarkan pada dugaan
asal-usul yang lazim dengan sebuah sifat menarik yang menandai mereka diluar
atau yang tetap menanamkan mereka pada keanehan dengan populasi asli dalam
kampung pedalaman. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut di atas, maka
terdapat dua istilah yaitu etnis dan kelompok etnis. Etnis mengacu pada orang
yang didasarkan pada asal-usul sebagai warisan budaya kelompok orang tertentu.
Kelompok etnis merupakan suatu kelompok manusia yang memiliki jalan kehidupan
dan memiliki sifat serta karakteritik yang menarik.
Demikianlah, identitas etnik
penting di Indonesia. Umumnya orang Indonesia melakukan pengolahan informasi
sosial orang lain berdasarkan asal etnik. Hal ini merupakan kewajaran karena
Indonesia memang dikelompokan berdasarkan kelompok etnik. Maka kelompok
etniklah yang menjadi salah satu referensi utama dalam menilai orang, bukannya
menurut wilayah secara geografis atau agama. Salah satu yang mendorong
terbentuknya identitas etnik adalah kesamaan-kesamaan sesama anggota etnik yang
terbentuk melalui kesamaan proses belajar, kesamaan pengalaman, dan kesamaan
latar belakang, hal mana membuat mereka memiliki kesamaan adat dan perilaku. Kesamaan dalam kelompok belum cukup untuk
menebalkan identitas etnik. Dalam proses untuk mengalami perasaan se identitas,
mereka juga memerlukan kehadiran entitas atau etnik lain sebagai komparasi dan
penegas identitas tersebut. Identitas etnik merupakan hasil dari interaksi
sosial. Kelompok yang tidak berinteraksi dengan kelompok lain mungkin tidak
akan menyadari bahwa mereka memiliki kesamaan-kesamaan yang besar. Hanya dengan
interaksi dengan kelompok lain identitas etnik mereka terbangun, dan semakin
intens interaksi itu, semakin berkembang pula identitas etnisnya.

Kita tidak
saja mendefinisakan etnis secara mendasar namun jika dilihat pengertian etnis
dari sumber serta tokoh kita pun bisa menarik kesimpulan apa itu etnis sebenarnya.
·
Sementara itu pengertian dari
etnik dari berbagai sumber ialah:
1.
Dalam Ensiklopedia Indonesia disebutkan istilah
etniik berarti kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang
mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa,
dan sebagainya.
2.
Menurut Frederich Barth (1988) istilah etnik menunjuk
pada suatu kelompok tertentu yang karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa,
ataupun kombinasi dari kategori tersebut terikat pada sistem nilai budayanya.
3.
Menurut Anthony Smith, komunitas
etnis adalah suatu konsep yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan manusia
yang memiliki nenek moyang yang sama, ingatan sosial yang sama (Wattimena,
2008), dan beberapa elemen kultural. Elemen-elemen kultural itu adalah
keterkaitan dengan tempat tertentu, dan memiliki sejarah yang kurang lebih
sama.
·
Sementara itu pengertian dari
etnik dari berbagai tokoh adalah:
1.
Fredrick Barth
Etnis
adalah himpunan manusia karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa ataupun
kombinasi dari kategori tersebut yang terikat pada sistem nilai budaya
2.
Hassan Shadily MA
Suku
bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai
hubungan biologis.
3.
Menurut Ensiklopedi Indonesia Etnis berarti kelompok sosial dalam sistem sosial
atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan,
adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota suatu kelompok etnik
memiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik yang digunakan
ataupun tidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.
4.
Menurut Perspektif Teori Situasional, Etnis merupakan hasil dari adanya
pengaruh yang berasal dari luar kelompok. Salah satu faktor luar yang sangat
berpengaruh terhadap etnisitas adalah kolonialisme, yang demi kepentingan
administratif pemerintah kolonial telah mengkotak-kotakkan warga jajahan ke
dalam kelompok-kelompok etnik dan ras (Rex dalam Simatupang, 2003). Untuk
seterusnya sisa warisan kolonial itu terus dipakai sampai sekarang.
Dari pengertian diatas bisa disimpulkan
bahwa etnis adalah sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan ras, adat, agama,
bahasa, keturunan dan memiliki sejarah yang sama sehingga mereka memiliki
keterikatan sosial sehingga mampu menciptakan sebuah sistem budaya dan mereka
terikat didalamnya.
Refleksi :
Jika dalam kehidupan saya sendiri yang dapat saya
refleksikan tentunya sebagai contoh, terkadang orang selalu bilang “keturunan
cina ya?” “papa mama nya orang cina ya?” mungkin karena mata saya sipit dan
kulit saya agak terang sehingga orang mengira saya berasal dari cina, walaupun
pada kenyataannya saya asli Jawa dan Sunda. Tidak merugikan bagi saya, hanya
saja saya dapat menyimpulkan dari pernyataan di atas serta kehidupan nyata yang
saya alami bahwa orang masih menilai etnik yang dilihat berdasarkan fisik bukannya dari segi lainnya. Maka saya
setuju jika etnis dilihat dari beberapa orang yang memiliki kesaam ras, agama,
keturunan, dan memang meiliki sejarahnya dari leluhur dan melainkan bukan dari
segi fisik aja.
Daftar pustaka :
Mendatu,
Achmanto. (2007). Etnik dan etnisitas.
Diambil tanggal 16 Maret 2014, dari
Iskandar.
(2011). Etnis & Suku Bangsa.
Diambil tanggal 16 Maret 2014, dari