Sabtu, 12 April 2014

Human Organizations



HUMAN ORGANIZATIONS

     Manusia di dunia ini pasti suka hidup dalam berkelompok. Walaupun ada beberapa yang ingin hidup sendiri, dan beberapa kelompok membentuk sebuah organisasi. Pada umumnya manusia tetap membutuhkan manusia lain untuk selalu berada dengan satu yang lainnya.

Ya, itu semua karena manusia adalah makhluk sosial, manusia selalu hidup dengan berkelompok. Mereka berkelompok berfungsi untuk saling bertukar pikiran. Ada juga yang berkelompok untuk mendapatkan jati dirinya dalam kelompok itu. Ada beberapa tipe group (kelompok) di masyarakat :
-        In-group adalah suatu kelompok dimana para anggota bisa terbuka dengan anggota lainnya.  
-        Out-group adalah kelompok dimana para anggotanya tidak terlalu terbuka dengan anggota lainnya.
Ada pula primary group dan secondary group.
-        Primary group merupakan sebuah group yang terbilang kelompok kecil.
-         Secondary group merupakan group yang terbentuk biasanya berhubungan dengan sesuatu yang formal.


 Di dalam suatu kelompok kita sebagai individu sudah pasti dapat mengevalusasi dirinya sendiri, apa yang kurang darinya, dan apa yang menjadi kelebihan  pada dirinya. Dari kelompok kita juga bisa menjalin suatu ikatan yang kuat dan membuat para individu itu sendiri menjadi seseorang yang hebat.

Ciri-ciri kelompok

Kriteria himpunan manusia dapat disebut kelompok sosial menurut Soejono Soekanto:
  • Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
  • Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain.
  • Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
  • Bersistem dan berproses. 

Macam-macam kelompok


Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Faktor Pembentuk


Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.

-        Kedekatan

Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.

-        Kesamaan

Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.


Refleksi : 

Bagaimana cara kita bisa hidup berkelompok, baik individu dengan individu maupun individu dengan kelompok. Karena bagaimanapun mustahil kita dapat hidup sendiri, karena manusia sudah sangat jelas saling membutuhkan satu sama lain.


Daftar Pustaka :

 

Slide Binusmaya. (2014).  Human Organizations : Group, Families, Communities, Cities, and States. Jakarta : Bina Nusantara University





4 komentar:

  1. isinya sudah bagus mengenai kelompok,semuanya di jelaskan dengan lengkap..
    nilai : 95

    BalasHapus
  2. waaah rapi dan membantu ya.. nilainya 90 ;)

    BalasHapus
  3. Artikelnya bagus, kalau bisa dikasi gambar ya biar makin lengkap ;) nilai 88

    BalasHapus
  4. Postnya udah bagus nih, tinggal sumbernya aja. Nilainya 90 :)

    BalasHapus